Harga Mobil Suzuki Tetap Terjangkau dan Perawatannya Sangat Mudah

Promosuzuki.comHarga Mobil Suzuki hingga kini memang lebih terjangkau jika anda bayangkan dengan Toyota, Honda maupun Nissan walaupun semua produsen melalui Agen Tunggal Pemegang Merk selalu mengklaim bahwa merekalah yang berhasil memasarkan mobil murah dan menjangkau semua segmen. Namun semua itu tentu saja adalah merupakan sebuah strategi pemasaran yang ditempuh oleh sebuah ATPM melalui dealer dan siapapun berhak klaim yang mana konsumenlah yang nanti pada akhirnya harus menentukan apakah mereka akan membeli mobil tersebut atau tidak. Tak hanya bisa dalam membesar-besar produk yang dihadirkan tanpa dibarengi oleh kualitas dan ini sering menjadi tuntutan para produsen ketika mereka akan membeli mobil.

harga mobil suzuki baru
Harga Mobil Suzuki

Suzuki yang telah lama berkiprah di Indonesia tentu saja sangat memahami apa yang diinginkan oleh konsumen maka dari itu bisa anda lihat bahwa setiap tahun harga OTR mobil Suzuki yang ditawarkan tak terlampau tinggi dimana kenaikkan masih dalam batas normal karena memang adanya kenaikkan upah pekerja serta biaya produksi namun ini masih sangatlah dipahami oleh konsumen. Suzuki juga selalu melakukan perubahan dimana perubahan yang dibuat memang disesuaikan dengan keinginan konsumen agar mobil baru yang nanti dipasarkan oleh pramuniaga yang bekerja pada dealer benar-benar menjadi mobil pilihan yang menjawab kebutuhan konsumen dan bukan hanya untuk bergaya saja.

Jika apa yang dilakukan oleh konsumen seperti halnya lebih selektif dalam memilih produk tentu saja itu menjadi hak mereka dan sudah menjadi kewajiban dari produsen adalah mereka haruslah memberikan jaminan kepada konsumen terutama untuk urusan build-quality. Kehadiran mobil yang benar-benar dibutuhkan tentu saja akan membuat harga mobil Suzuki terbaru diterima dengan memahami bahwa memang benar produk tersebut berkualitas sehingga dikemudian hari penggunanya tak memberikan review yang kurang baik terhadap mobil yang dipasarkan. Setelah mengikuti keinginan pasar dimana PT Suzuki Indomobil Sales berani memutuskan untuk memasarkan Ertiga di Indonesia maka konsumen dengan tangan terbuka menerimanya bahkan kini menjadi salah satu andalan Suzuki khususnya disegmen mobil keluarga murah.

Meski diawal memang banyak sekali orang yang meragukan kesuksesan Ertiga namun memasuki tahun 2016 dimana populasinya juga terus bertambah akhirnya membuat PT SIS menyadari bahwa keputusan tersebut tepat karena saat ini Ertiga mampu diandalkan ditengah ketatnya persaingan dan juga redupnya bursa otomotif nasional lantaran perekonomian global yang terus gonjang-ganjing. Sebagai sebuah produsen yang sudah banyak pengalaman dalam bisnis otomotif tentu saja permintaan SIS untuk mengimpor Ertiga secara Completely Build-Unit dari Maruti Suzuki yang bermarkas di India langsung ditanggapi dengan positif oleh Suzuki Motor Co Ltd karea mereka menganggap bahwa Indonesia merupakan market yang sangat potensial dengan mobil-mobil tersebut.

Tentu saja mobil Suzuki memang bukan hanya Ertiga yang menjadi andalan sebab saat ini permintaan terhadap Carry Pickup, Karimun Wagon R dan APV memang masih tinggi sehingga memang hadirnya Ertiga disadari mampu mendobrak pasar Low MPV yang sebelumnya hanya dikuasai oleh Toyota dan Daihatsu. Persaingan yang terjadi memang membuat SIS harus pandai-pandai menawarkan harga jual mobil Suzuki sehingga akan tetap bersaing terutama harga mobil Ertiga yang kini kran diskonnya terus dibuka oleh SIS agar publik lebih memilihnya dibandingkan dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio maupun Nissan Grand Livina. Memang bukan hal mudah untuk mengambil strategi seperti ini namun mau tidak mau memang harus dilakukan.

Mobil Suzuki Ertiga dan Carry Pickup Masih Mendominasi Penjualan

Seperti sudah dijelaskan diatas bahwa di Indonesia trend untuk mobil Suzuki kini jatuh pada Ertiga dan Carry Pickup disusul oleh APV dan juga Karimun Wagon R yang melanjutkan suksesi dari deretan panjang mobil Karimun yang pernah merajai penjualan city car secara nasional. Meskipun yang terlaris hanya keempat mobil diatas namun Suzuki terus melakukan berbagai upaya agar mobil lainnya juga dapat dipasarkan melalui berbagai perubahan fitur bahkan terus memperbesar jumlah diskon dengan tujuan agar semua orang dapat memilikinya baik secara cash maupun kredit.

SIS mencoba untuk terus memperhatikan semua produk terkecuali Splash yang dikabarkan akan di discontinued lantaran permintaan yang terus menurun dan juga untuk saat ini memang konsumen lebih suka untuk memiliki mobil dengan kapasitas penumpang yang lebih banyak sebab Splash hanya mampu menampung kurang lebih lima orang penumpang didalamnya. Splash memang pernah trend di Indonesia namun seiring dengan terus berjalannya waktu serta berubahnya trendsetter berkendara orang Indonesia maka Splash akhirnya secara perlahan tak dilirik lagi oleh publik walaupun Suzuki pada akhirnya menghadirkan varian matic yang menurut hemat kami agak sedikit terlambat karena mobil ini mulai kurang diminati lagi.

Sebagai gantinya maka SIS dikabarkan sedang menyiapkan S-cross yang menurut rencana akan diluncurkan dengan diberlangsungkannya ajang GIIAS 2016 lantaran beberapa bulan lalu SIS mengikuti Indonesia International Motor Show hanya saja harus berbagi booth dengan Tunas Mandiri Finance. Disisi lain pihak APM memang sangat paham dengan kondisi pasar karena jika mereka memaksa untuk sendiri membangun booth pada IIMS maka bisa saja akan terjadi kerugian sebab Honda dan Toyota memang terlihat sangat digdaya pada ajang ini dengan menghadirkan Sienta dan juga BR-V yang kini memimpin penjualan Honda. Sienta sendiri hadir untuk menyaingi Honda Freed yang selama ini terus merambah segmen mid-end MPV dengan harga yang menarik pula.

Sebagai salah satu pemerhati otomotif tentu saja kami berharap agar SIS memang sudah seharusnya untuk menghadirkan mobil untuk semua segmen agar semua orang berkesempatan untuk memilikinya dan yang paling utama adalah agar ada kompetitor yang memadai untuk menjadi pesaing Toyota dan Honda. Memang bukanlah hal yang mudah untuk menyaingi keduanya sebab keduanya sudah dikenal sebagai brand yang keberadaannya diatas Suzuki tetapi kehadiran Ertiga telah membuat Toyota harus bekerja keras agar Avanza nantinya tetap mendominasi bahkan juga bagi Honda yang pada akhirnya juga mengikuti untuk menghadirkan Mobilio namun mereka harus bekerja secara ekstra sebab di Indonesia akhirnya bertambah Ertiga khusus pada segmen Low MPV.

Setiap produsen tentu saja telah memiliki konsumennya tersendiri dan ini yang diyakini oleh beberapa brand otomotif sehingga mereka tetap yakin untuk menghadirkan mobil baru dengan harga yang bervariasi pula. Suzuki sudah lama berkiprah sehingga mereka sangat paham dengan apa yang mereka lakukan sehingga bisa anda lihat bahwa hingga hari ini mereka masih tetap saja eksis dengan Ertiga dan lain-lain. SIS sebagai salah satu APM yang berkiprah dalam mengontrol maju mundurnya brand otomotif berlogo S ini berjanji bahwa mereka akan tetap menawarkan harga mobil Suzuki di Indonesia lebih bersaing agar langkah mereka untuk terus memasarkan mobil di Indonesia dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh brand yang memiliki markas di Jepang.